Maroangin, 19 mei 2015
From Sang Penakluk Cinta (150197)
Aku pernah hidup dalam sebuah kesunyian,
di mana para penerus kehidupan memberiku sebuah garis penting yang tak pernah ku
lupakan. saat itu aku mulai menemukan kedudukan ku sebagai seorang penerus perjuangan
dan pengabdian yang tak mengenal kata akhir.
Sudah lama rasanya menikmati pembaringan
dan santapan yang sederhana dalam penjara ini, namun semuanya begitu berarti ketika
menatap kepada rembulan-rembulan yang selama ini menemaniku berjalan di atas pintu
perjuangan. rembulan yang begitu indah menurutku, entah bagaimana aku harus menjelaskannya
kepada orang-orang?,kala aku menyadari bahwa betapa tidak berharganya seorang Aku
tanpa Mereka. Di saat pagi tiba aku hanya bisa bersemayam di atas pembaringan yang
tak tau arah memunculkan berbagai hasrat dan inspirasi yang terlintas dalam benak
dan ketika itu pula aku merasa terbangun saat muncul sebuah tangan yang meraih genggaman
ku, betapa tetesan air mata yang sangat merindukan rembulan - rembulan saat melihat
wajahnya yang bergejolak memperjuangkan pengabdian.
Rembulan yang selama ini aku sanjung
dan banggakan hanya tetinggal dalam sebuah goresan nama, mereka telah pergi menemui
hamparan cita yang harus di tempuhi. padahal dulunya kita adalah satu yang tak bisa
di pisahkan, keadaan susah senang adalah sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka.
sebuah keinginan dalam berbagi hanyalah sandiwara dan cerita belaka yang tak kunjung
sampai, tapi terkadang juga serius saat tampil di atas panggung cinta. Dan inilah
yang pernah ku katakan "Mereka adalah Cinta". Cinta yang mampu berdiri
di depan anjungan kehidupan sang pejuang. Mungkin rembulan tidak pernah menyadari
bahwa sehelai rambut pun yang pernah mereka beri itu sudah menjadi titipan untuk
ku ibaratkan sebuah ukiran kecil yang pernah di goreskan di atas batu.
Inilah tanggung jawabku dimana aku
harus menjaga sebuah lingkaran.kecil yang harus hidup terang dalam kehidupan yang
gelap, mengisinya dengan sebuah cahaya dan menjaga cahaya itu agar tidak padam hingga
nantinya cahaya itu akan menerobos jendela-jendela dunia. Maklumlah, cahaya rembulan
yang masih kecil ini belum bisa berbuat banyak karena cahayanya masih berproses
dalam dunia persandiwaran kehidupan. hidup yang harus memang di tempuh dalam berjuta
inspirasi, mencapainya dengan genggaman yang kuat dan yang sulit ialah ketika harus
membiarkan diri merasa bodoh dan tersiksa dari cacian maupun hinaan.
Tapi, sudah lama rasanya aku hidup bersama mereka. sifat,karakter,fisik
maupun kebiasaan sudah menjadi hal biasa yang semestinya harus ku ingat. Dan begitu
tingginya keyakinan ku ketika menatap rembulan - rembulan itu memegang kunci keberhasilan
saat aku menjadikan hal ini sebagai prnantian hidup ku yang panjang.
Terkadang ku berpikir apakah mereka
para rembulan akan mengingat kenangan panjang yang pernah dilalui saat masih berpijak
di atas garis penjara suci.?. tapi ku yakin pasti mereka berpikiran sama dengan
apa yang pernah terlintas dalam benakku. Sekarang para rembulan telah berjalan diatas
pertangahan garis kehidupan,mereka mulai sibuk dengan gerbong cahaya yang harus
dibuka demi menerangi jendela dunia di masa yang akan datang. pernahku berpikir
bahwa adakalanya cahayanya ini akan terasa lambat bersinar namun ternyata aku kurang
tepat dalam menempatkan pikiran terhadap rembulan yang begitu luar biasa ini. Sungguh
aku begitu terkejut ketika satu dari sekian banyak rembulan yang mampu mementaskan
diri di atas panggung pelaminan, keharuan yang mulai nampak dari wajah para guru
dan sahabatnya.mungkin saja ini bisa jadi pertanda bahwa cahaya itu akan terang
menyinari dunia nantinya. ketika mengingat mereka ingin radanya aku berdiri di depan
barisan mereka dan berkata kepada dunia " inilah Kami disaat orang mulai membenci
kami " namun sampai kapan itu betul - betul nyata dan bukan sekedar halusinasi
atau mimpi semata.
Haruskah ini selalu terbayang ketika
mereka harus sibuk dengan pencarian jati diri mereka, padahal ini adalah dua hal
yang sama penting yang harus dijalani secara beriringan. Tergantung merekalah para
rembulan yang membuka pintu dari jalannya sendiri sehingga bisa menambah kekuatan
cahaya yang akan menembusi jendela dunia. aku hanya bisa menitipkan berangkai kata-kata
yang terikat dalam sebuah harapan yang mungkin saja akan dipenuhi oleh sang pencipta.
Dan yang paling mengesankan adalah
dimana saat ini betul-betul dipenuhi oleh-Nya maka atas nama Tuhan Aku tidak akan
lari dari Cinta ini, karena rembulan ini adalah mawar yang harus dijaga, dan menurutku
inilah hakikat dari Cinta sesungguhnya yang pernah Aku kenal dalam persandiwaraan
hidup, namun disaat rembulan mulai keluar dari penjara suci " haruskah itu
ternodahi oleh cinta yang tak berjudul menjemput dengan kemaslahatan?." ku
mencoba duduk di atas pembaringan dan melewatkan apa yang tak pernah terlintas dalam
pikiranku ketika mendengar sorakan orang dengan history mereka yang tak berjudul,
mungkin saja itu sebuah cerita hampa yang menyakitkan dan tak pernah ada dalam kenyataan
sekalipun di dalam halusinasi lingkaran kecil. tapi apalah daya ketika beberapa
rembulan harus berada dalam kondisi menyakitkan dan penuh harap. lalu Aku berkata
pada mereka " lihatlah di ujung gerbang pondok itu, akan ada tangan yang tiba
lalu menjulurkan tangannya untuk meraih harapan yang sudah sirna, namun harapan
itu tak sekalipun akan menoleh ". begitulah rembulan saat ini ketika mereka
harus percaya dari beberapa kepingan kebohongan yang pernah bersembunyi dalam selimut
mereka sendiri. " salah !!! " untaian yang selalu bergerumuh di telinga
mereka saat bingung apa yang pernah terlintas sebelumnya. namun hakikatnya adalah
tak ada satupun yang rebulan yang berani menjatuhkan rembulan lainnya sehinnga turun
ke dunia perselisihan.
Aku hanya ingin menunjukkan betapa indahnya sebuah
kebahagiaan ketika mampu beralih dari dunia kebohongan dan persandiwaraan. sudah
sering mereka memaknai kata "kehidupan" padahal mungkin saja tidak mengerti
hakikat dari kehidupanm sendiri.
Dan inilah Aku yang berani memperkenalkan
diriku lalu berdiri di atas garis kehidupan dan berkata kepada mereka " hakikat
kehidupan adalah jika engkau selalu percaya kebenaran dan mampu lari dari dunia
kebohongan maupun dunia persandiwaraan ".